Pengantar

Intervensi koroner non bedah atau disebut juga intervensi koroner perkutan adalah prosedur tindakan yang menggunakan akses arteri pergelangan tangan atau pangkal paha, bertujuan untuk membuka penyempitan pembuluh darah arteri koroner. Prosedur tindakan ini umumnya menggunakan balon khusus berukuran kecil dimasukkan dan dikembangkan di area pembuluh darah arteri koroner yang menyempit. Lalu diikuti dengan pemasangan stent atau juga yang sering disebut “cincin” (anyaman berbahan metal berbentuk tabung) untuk mencegah penyempitan kembali arteri koroner.

Tindakan ini dapat memperbaiki keluhan nyeri dada atau sesak saat aktivitas akibat penyempitan/penyumbatan arteri koroner. Dan tentu juga sebagai tindakan emergensi penyelamatan jiwa saat terjadi serangan jantung (penyumbatan arteri koroner secara tiba-tiba).

Profil

Pada tahun dua tahun terakhir (tahun 2016 dan tahun 2017) terhitung sejumlah tindakan:

  • Intervensi Koroner Perkutan Primer (Emergensi): 447 pasien (tahun 2016) dan 689 pasien (tahun 2017)  

  • Intervensi Koroner Perkutan Elektif : 2119 pasien (tahun 2016) dan 2049 pasien (tahun 2017)           

  • BMV : 214 pasien

  • Mitral Clip : 2 pasien

  • LAA Closure : 25 pasien

  • Rotablator : 36 pasien

  • TAVI : 5 pasien

Produk Layanan Unggulan

Produk layanan Intervensi Koroner Non Bedah di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita yaitu :

A. Primary PCI (door to balloon time)

Sebagai rumah sakit khusus, RSJPD Harapan Kita terus menerus mengupayakan penanganan kegawatan kardiovaskular terbaik dengan menyediakan sarana dan SDM yang siap melakukan tindakan angioplasti koroner primer (primary angioplasty) 24 jam sehari, 7 hari seminggu sebagai upaya revaskularisasi koroner terhadap pasien-pasien dengan infark miokard akut dengan elevasi segmen ST. Oleh karena upaya tersebut terbukti dapat menurunkan angka mortalitas dan morbiditas pasien secara bermakna. Upaya tersebut dapat dilihat dari indikator "door to balloon time" yaituwaktusejakpasienmasuk IGDhinggadilakukannya upaya revaskularisasi koroner dengan dikembangkannya balon atau sten koroner koroner pertama kali. Pada pada tahun 2015, rerata door to balloon time dapat melampaui target dengan mencapai 70 menit (target 90 menit), dan prosentase pasien yang menjalani revaskularisasi koroner dengan door to ballon time <90 menit mencapai 76,8%. Upaya tersebut memerlukan kerjasama antar petugas dan antar unit dalam menetapkan diagnosis, menentukan tindakan yang akan dilakukan, menyiapkan pasien dan keluarga dan segera melakukan tindakan intervensi angioplasti koroner perkutan.

B. BMV (Balloon Mitral Valvuloplasty)

BMV adalah suatu tindakan minimal invasif perkutan melalui pembuluh darah paha untuk memperlebar penyempitan katup dengan menggunakan balon khusus yang dapat dikembangkan saat berada tepat di katup mitral. Kondisi penyempitan katup mitral (mitral stenosis) dapat mengganggu sirkulasi darah terutama ditandai dengan peningkatan tekanan pembuluh darah paru jika tidak ditangani dengan baik. Penyebab utama dari kondisi ini adalah penyakit demam rematik akibat infeksi kuman Streptococus grup A di tenggorokan. Ada kondisi dimana mitral stenosis terlalu berat sehingga tidak dapat lagi dilakukan BMV dan memerlukan tindakan operasi bedah jantung.

C. Mitral Clip

Merupakan tindakan prosedur perkutan, tindakan minimal invasif dengan menggunakan pembuluh darah pangkal paga sebagai akses, pada pasien regurgitasi (bocor) katup mitral berat. Tindakan ini merupakan pilihan terapi bagi pasien beresiko tinggi untuk dilakukan tindakan operasi bedah jantung. MitraClip adalah salah satu program unggulan yang mendapat subsidi dari Rumah Sakit Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita.

D. TAVI (Transcatheter Aortic Valve Iimplantation)

TAVI (Transcatheter aortic valve implantation) merupakan suatu prosedur minimal invasive yang bertujuan mengganti katup aorta yang tidak mampu membuka dengan baik (Stenosis aorta) tanpa mengeluarkan katup aorta yang rusak. Program/prosedur TAVI pertama dilakukan di RSJPD Harapan Kita dan merupakan yang pertama di Indonesia. Prosedur TAVI diindikasikan pada pasien-pasien yang membutuhkan pergantian katup aorta akibat stenosis aorta yang tidak dapat menjalani operasi bedah jantung akibat resiko yang tinggi maupun diperkirakan akan terdapat penyulit operasi. Prosedur ini juga disebut juga dengan nama lain sebagai Transcatheter aortic valve replacement (TAVR). TAVI dapat dilakukan melalui 2 metode, yaitu:

  1. Dilakukan akses melalui arteri femoralis (pendekatan transfemoral) yang mana tidak memerlukan insisi bedah pada rongga dada.
  2. Dilakukan pembedahan minimal dengan insisi kecil pada rongga dada sehingga didapat akses ke arteri besar di dada yang mengarah pada ventrikel kiri (apex), yang dikenal dengan pendekatan transapical. Ada 2 jenis alat yang beredar di dunia, yaitu yang diimplan dengan bantuan dilatasi balon (contohnya Edwards Sapien) dan yang dapat mengembang sendiri (contohnya Core Valve).

Di RSJPD Harapan Kita alat yang digunakan adalah alat Core Valve. Program TAVI dimulai dari tahun 2015 melalui kuliah dan workshop. Program ini berjalan dengan bantuan proctor dr David Muller dari Rumah Sakit St. Vincent Sydney Australia. Implantasi pertama tanggal 22 Oktober 2015 terhadap 2 pasien.

Tim Layanan Unggulan

No. Dokter Posisi
1 dr. SUNARYA SOERIANATA, Sp.JP(K) Dokter Jantung dan Pembuluh Darah
2 DR. dr. DONI FIRMAN, Sp.JP(K) Dokter Jantung dan Pembuluh Darah
3 dr. NUR HARYONO, Sp.JP(K) Dokter Jantung dan Pembuluh Darah
4 dr. AMIR AZIZ ALKATIRI, Sp.JP Dokter Jantung dan Pembuluh Darah

Fasilitas Layanan Unggulan

Rumah Sakit Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita saat ini memiliki lima ruang kateterisasi jantung dan memiliki tim yang siap melakukan tindakan angioplasti koroner primer (primary angioplasty) 24 jam sehari, 7 hari seminggu sebagai upaya revaskularisasi koroner terhadap pasien-pasien dengan infark miokard akut dengan elevasi segmen ST.

 

 

Penelitian & Publikasi

Penelitian dan publikasi terkait pelayanan Intervensi Koroner Non Bedah yaitu :
  1. Penyakit Jantung Iskemik Stabil; dr. Nur Haryono, SpJP(K), FIHA; September 2017; Buku Ajar Kardiologi Jld.
  2. A Randomized comparison between everolimus-eluting stent and cobalt chromium stent in patients with acute ST-elevation myocardial infarction undergoing primary percutaneous coronary intervention using routine intravenous eptifibatide: The X-MAN (X ience vs M ulti-Link stent in acute myocardial infarction) trial, a pilot study (Article); dr. Ahmad Sunarya Surianata, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FAPSIC, FACC, FESC, FSCAI; September 2017; International Journal of Angiology Volume 23, Issue 2, June 2014, Pages 93-100.
  3. Percutaneous Intervention in Function Mitral Regurgitation; Dr. dr. Doni Firman, SpJP(K), FIHA, FAPSIC, FAsCC, FSCAI; Oktober 2017; 29th WECOC 2017.
  4. Intervensi Koroner Perkutan; dr.Amir Aziz Alkatiri, SpJP, FIHA; September 2017; Buku Ajar Kardiologi Jld. 2.

Jejaring RS Mitra

Sejak 1985 hingga saat ini,  telah terdapat 26 rumah sakit jejaring kardiovaskular binaan RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita di Indonesia. Sebanyak 14 di antaranya sudah memiliki kemampuan komprehensif untuk melakukan tindakan bedah jantung dan pembuluh darah.

Agenda Kegiatan Ilmiah

  1. ISICAM-InaLive (Indonesian Society of Interventional Cardiology Annual Meeting), 23-25 November 2018

  2. Proctorship BMV ke RS di seluruh Indonesia yang telah memiliki fasilitas Laboratorium Kateterisasi Jantung

  3. Indonesian STEMI Network (iSTEMI)

  4. eRegistry ISIC

  5. Workshop Optical Imaging & Physiology

  6. Workshop PTMC

  7. Workshop Caldified Lession & Rotablator

  8. Workshop Cimino revascularization

  9. Workshop The Basic Congenital Heart Disease

  10. Workshop for cathlab nurses

 

Aksesibilitas

Cara Merujuk

Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2016 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional dan Surat BPJS Kesehatan Nomor 161/IV-04/2018.

Maka, pelayanan Intervensi Koroner Non Bedah untuk Pasien JKN atau BPJS di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita yang merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Ketiga (Faskes Tersier) hanya dapat diberikan atas rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Kedua (Faskes Sekunder) dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes primer).