Penyempitan aorta dan klep bermasalah
Written by Irfan Arief   
Friday, 30 March 2007
Tim Dokter di RS PJNHK, khususnya Dr. Anna Ulfah Rahayoe, SpJP yang terhormat,
 
Terima kasih atas jawaban email saya.
 
Dan maaf sekali saya baru dapat membalas email anda karena karena kondisi anak saya yang semakin menurun membuat saya tidak dapat beraktifitas bahkan untuk membuka email pun sudah tidak sempat. Sebelumnya saya tidak tahu pasti diagnosa penyakit anak saya tetapi setelah di rawat di RSJPDHK diketahui bahwa anak saya mengalami Critical PS (sebelum operasi 1.8 mili setelah operasi 4.5 mili), PDA kecil (kondisi terakhir 1 minggu sebelum operasi PDA sudah menutup), PFO, TI mild.
 
Puji syukur terhadap Tuhan karena anak saya telah berhasil di operasi (Brock Procedure)di RSJPDHK dengan selamat pada tanggal 29 Maret 2004, dan sekarang sudah berkumpul kembali dengan keluarga dirumah.
Saya sangat bersyukur atas kesembuhan anak saya saat ini walaupun saturasinya belum mencapai 100 (70 sd 80), tapi tetap lebih baik dari pada sebelum dioperasi (33 sd 65). Menurut Tim dokter anak saya akan mengalami tindakan lanjutan berupa tindakan balon dalam selang waktu 2 bulan setelah operasi (pada saat operasi usianya 6 bulan) atau bisa jadi pada usia 1tahun.

Beberapa Hal yang menjadi pertanyaan saya: 1) Terdapat tulang yang menonjol di dada setelah operasi, berapa lama tonjolan itu akan hilang? 2) Apakah saturasi anak saya sudah memadai? 3) Berapa lama sakit akibat luka operasi akan hilang? 4) Anak saya sekarang sudah berusia 7 bulan tetapi belum dapat tengkurap. Sebelum operasi, dalam posisi terlentang bila kedua tangan ditarik, maka kepalanya dapat mengikut tegak, tetapi sekarang bila kedua tangan ditarik maka kepalanya terkulai ke belakang. Sementara bila didudukkan, anak saya dapat menahan kepalanya tegak, apakah hal ini ada pengaruhnya dengan sakit karena luka operasi? 5) Apakah kelak anak saya dapat hidup normal seperti anak sehat lainnya? 6) Berapa kali tindakan balon akan dilakukan hingga anak saya normal?

Terima kasih banyak atas semua jawaban pertanyaan dan kesembuhan anak saya. Semoga Tuhan selalu memberikan berkat, hikmat dan kebijaksanaan bagi dokter dan seluruh personil di jajaran RSJPDHK.
 
Hormat, 
Gatot Sukoco Simorangkir, Ak.

Jawaban:

Yth. Bapak Gatot,
 
Syukurlah putra Bapak telah berhasil menjalani operasi Brock di Pusat Jantung Nasional. Seluruh Tim kami merasa senang bisa menolongnya, dan Bapak dapat bernafas lega. Tentunya semua ini terjadi atas kebesaran kuasa Tuhan YME yang disalurkan melalui tangan para Dokter, Perawat dan petugas kami yang lain. Oleh karena itu, jangan berhenti berterima kasih kepadaNya.
 
Menjawab pertanyaan Bapak: 1) Tulang yang menonjol setelah operasi memang kadang-kadang terjadi, dan umumnya akan berkurang dengan tumbuhnya rongga dada; jadi tak perlu dirisaukan. 2) Saturasi 70-80% cukup adekuat untuk hidup. Mudah-mudahan dengan berkembangnya pembuluh darah paru dan diameter katup sejalan dengan pertumbuhan anak, saturasi naik berangsur-angsur. 3) Sakit akibat operasi sangat individual. Pada beberapa pasien setelah 2 minggu sudah tak merasakan sakit lagi, tapi ada juga yang masih merasa kadang-kadang nyeri di dada sampai 3 bulan. 4) Mengenai perkembangan motorik setelah operasi jantung, biasanya tak ada masalah; mungkin anak Bapak sedang dalam masa penyembuhan. Usahakan untuk memberi gizi yang baik, sehingga kekuatannya cepat pulih dan bisa lebih aktif. 5) Anak-anak dengan penyempitan katup pembuluh darah paru (pulmonal valve stenosis) yang telah berhasil menjalani operasi Brock umumnya dapat tumbuh dan beraktifitas normal. 6) Tindakan balon hanya mungkin dikerjakan kalau annulus (diameter) katup cukup besar. Mengenai berapa kali harus dibalon seumur hidupnya, sulit diprediksi, tergantung hasil follow up. Kadang-kadang annulusnya kecil dan tak mungkin dibalon, maka operasi dengan menggunakan mesin jantung paru untuk melebarkan annulus perlu dikerjakan. Operasi Brock merupakan operasi jantung tertutup, yang umum dikerjakan pada bayi dengan critical Pulmonal Valve Stenosis sebagai upaya menyelamatkan nyawanya (life saving). Mudah-mudahan Bapak bisa memahami penjelasan saya.
 
Wassalam,
Dr. Anna Ulfah Rahayoe, SpJP