| Pola Makan yang Buruk Bisa Sebabkan Depresi |
| Written by Irfan Arief | |
| Thursday, 12 January 2012 | |
|
[WASHINGTON] Hati-hati dengan pola makan Anda. Pola makan yang tidak sehat akan membuat Anda mengalami depresi dan potensial terserang jantung. Makanan dengan kadar lemak trans (lemak buatan manusia dari hasil pembuatan kue dan masakan cepat saji) dan lemak jenuh yang tinggi berisiko depresi. Demikian hasil penelitian yang dilakukan di Spanyol danang dipublikasikan di Amerika Serikat (AS). Peneliti juga memperlihatkan bahwa beberapa produk, seperti minyak zaitun yang sehat dan kaya akan asam lemak omega sembilan mampu melawan resiko penyakit mental. Para peneliti dari Universitas Navarra dan Las Palmas de Gran Canaria yang ikut dalam penelitian besar itu menganalisa pola makan dan pola hidup dari 12.000 sukarelawan selama enam tahun. Ketika penelitian berlangsung, tidak ada satupun dari sukarelawan yang terindikasi mengalami depresi. Tetapi, pada akhir penelitian, ada sekitar 657 sukarelawan yang terindikasi mengidap depresi. "Partisipan yang banyak mengkonsumsi lemah trans terdeteksi meningkat 48 persen risiko depresi, dibandingkan dengan partisipan yang tidak mengkonsumsi jenis lemak tersebut," kata pemimpin penelitian tersebut. Guru Besar Ilmu pengobatan dari Universitas Las Palmas de Gran Canaria, Almudena Sanchez-Villegas juga menekankan bahwa semakin banyak lemak trans dikonsumsi, maka efek bahayanya semakin besar. Pada saat yang sama, tim peneliti menemukan bahwa setelah menilai lemak tak jenuh ganda, banyak produk dari ikan, minyak sayur, dan minyak zaitun yang risiko terkena depresinya kecil. Hasil penelitian yang dipublikasikan pada Jurnal online PLoS ONE menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan pada orang di Eropa yang relatif sedikit mengkonsumsi lemak trans hanya 0,4 persen dari total energi yang masuk dari para sukarelawan tersebut. "Sebaliknya, kami meneliti peningkatan dari risiko terkena depresi sekitar 50 persen," kata salah satu peneliti, Miguel Martinez. Hasil laporan itu menunjukkan bahwa angka pasti dari penderita depresi di seluruh dunia sekitar 150 juta jiwa dan jumlah tersebut mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir ini. Peningkatan tersebut akibat perubahan yang radikal terhadap konsumsi lemak dalam pola makan orang Eropa. Mereka menggantikan beberapa lemak yang bermanfaat, yaitu lemak tak jenuh tunggal dan ganda dalam kacang, minyak sayur dan ikan dengan lemak jenuh dan trans yang terdapat dalam daging, mentega dan produk makanan lain seperti makanan cepat saji. Walaupun tidak fokus pada penelitian, peneliti memperlihatkan bahwa penyakit gagal jantung atau pembuluh darah tersumbat disebabkan oleh pola makan yang sama dan memiliki mekanisme kerja yang sama pula. [AFP/NOV/A-21] http://www.suarapembaruan.com |
|
| Last Updated ( Thursday, 12 January 2012 ) |