Menu Content/Inhalt
Profil arrow Ragam Berita arrow Wecoc 19

Utama

Profil
Beranda

Statistic Counter

1,545,267Visitors:
353Visitors today:
822Visitors yesterday:
488.47Visitors per day: Ø
11,872,873Page views:
1,322Page views today:
3,421Page views yesterday:
3,753.07Page views per day: Ø
7.68Page views per visitor: Ø
2,367Page views this page:
1Your own page views:
0%JavaScript enabled:
max.
320Max. online:
2008-07-21, 06:12:11at (date):
1,566Max. visitors per day:
2008-11-17at (date):
24,099Max. page views per day:
2011-09-09at (date):
 
© 2006 mob-i-co
Wecoc 19 PDF Print E-mail
Written by Irfan Arief   
Friday, 04 January 2008
 Sudah menuju kesembilan kalinya sejak tahun 1988 pertemuan ilmiah yang dilakukan Departemen Kardiologi dan kedokteran vaskuler FKUI digelar. Pada tahun ini panitia WECOC mengambil tema Empowering Referral System in Clinical Cardiology.
 
Pertemuan ilmiah yang berlangsung dari tanggal 29 November hingga 1 Desember 2007 ini dihadiri lebih dari 1000 orang dokter spesialis dan umum dari berbagai daerah di Indonesia.
 
Berapa pembicara hadir dalam acara ilmiah akbar ini, antara lain datang dari Jepang, Filipina, Korea, Inggris, Selandia Baru dan Cina.
 
 
Pada hari pertama tampil Dr. Ganesja M. Harimurti, SpJP dengan makalah yang membahas tentang pertumbuhan Penyakit Jantung Konginetal Problema dan Tips untuk penanganannya.

Lebih dari 20-30 tahun lalu telah berkembang diagnosis dan penanganan penyakit jantung konginetal pada anak. Pengaruhnya adalah banyak anak-anak dengan kelainan konginetal dapat hidup hingga dewasa. Di AS diperkirakan 1 juta orang akan menderita penyakit jantung konginetal. Juga banyak kasus penyakit jantung konginetal yang tak tertangani baik operasi maupun tidak dioperasi karena kendala keuangan, orang tuanya kurang menyadari, kasus yang kompleks yang tidak ditangani atau pasien datang dengan kondisi yang terlambat sehingga tidak ada intervensi apapun yang dapat dilakukan.

Pada kasus orang dewasa, ujar Dr. Ganesja, penanganan penyakit jantung konginetal memerlukan tips yang khusus. Gagal jantung disebabkan oleh hipertensi pulmonal atau penyakit vaskuler pulmonal merupakan problem kelompok pada pasien ini.

"Hal lain yang penting adalah siapa yang akan menangani kasus penyakit jantung konginetal pada orang dewasa? Apakah kardiologi pediatrik atau kardiolog untuk dewasa yang mungkin tidak cukup lama mengerti secara komprehensive tentang penyakit jantung konginetal dan problemnya," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Dr. Manufris Kasim SpJP dalam makalahnya membahas tentang Kapan dan Mengapa Kita Perlu Merujuk Pasien untuk Scan Perfusi Nuklir Kardiak.

Salah satu aplikasi yang paling bermakna kardiologi nuklir adalah stratifikasi risiko berimplikasi bahwa uji non invasif adalah yang paling dapat digunakan pada pasien  yang berada pada risiko menengah pada kejadian kardiak selanjutnya.

Berdasarkan atas petunjuk yang terbaru angka mortalitas kurang dari 1% setiap tahun dianggap risiko rendah, 1% hingga 3% dianggap risiko menengah dan lebih dari 3% dianggap risiko tinggi.

Karena terapi invasif seperti PTCA dan CABG mebawa risiko mortalitas, identifikasi non invasif kelompk pasien ini pada kurang dari 1% risiko mortalitas dapat didefinisikan sebagai kelompok yang tidak membutuhkan pengobatan invasif untuk memperbaiki prognosis.

Dalam hal lain, pasien risiko tinggi akan diuntungkan dengan strategi pengobatan dalam hal ini imaging perfusi miokard (MPI) dapat digunakan untuk menilai luasnya penyakit pasien dengan risiko rendah hingga tinggi dalam kelompok ini. Nilai MPI telah ditegakkan pada pasien diabetes. mengutip penelitian Kang dan kawan-kawan Dr. Manufris Kasim memaparkan bahwa baik pasien dengan atau tanpa diabetes menunjukkan angka kejadian yang sulit (infark miokard dan kematian kardiak). Dalam keadaan hasil perfusi miokard yang normal SPECT scan (diabetic 1,2%), Non diabetic 0,7%. Sumbangan MPI yang penting adalah dapat menyediakan mekanisme prognostik tambahan lebih dari dan diatas uji treadmill saja.

Acara ilmiah yang berlangsung selama 3 hari ini juga diramaikan dengan pameran dari perusahaan farmasi dan alat kedokteran. (Tabloid Kardiovaskular, No. 148,  Th XIII, Des 2007)
 
< Prev   Next >

Info Terkini