Menu Content/Inhalt
Profil arrow Artikel arrow Ragam Berita arrow Makanan Berlemak di Denmark Dipajaki Lebih Mahal

Utama

Profil
Beranda

Statistic Counter

1,601,913Visitors:
760Visitors today:
990Visitors yesterday:
497.50Visitors per day: Ø
12,148,262Page views:
4,015Page views today:
4,890Page views yesterday:
3,772.81Page views per day: Ø
7.58Page views per visitor: Ø
589Page views this page:
1Your own page views:
0%JavaScript enabled:
max.
320Max. online:
2008-07-21, 06:12:11at (date):
1,566Max. visitors per day:
2008-11-17at (date):
24,099Max. page views per day:
2011-09-09at (date):
 
© 2006 mob-i-co
Makanan Berlemak di Denmark Dipajaki Lebih Mahal PDF Print E-mail
Written by Irfan Arief   
Thursday, 01 March 2012
Copenhagen, Denmark, Untuk membuat masyarakatnya lebih sehat, pemerintah Denmark menetapkan 'fat tax' atau pajak lemak yang membuat harga makanan berlemak lebih mahal. Dengan demikian, diharapkan orang akan memilih makanan sehat ketimbang makanan berlemak.

Mulai 1 Oktober 2011, pemerintah Denmark menetapkan kebijakan pajak lemak untuk makanan-makanan berlemak sehingga membuat harganya lebih mahal. Besarnya pajak adalah 16 kroner Denmark per kilogram lemak jenuh atau sekitar US$ 6,27 (Rp 56 ribu) per pon lemak jenuh. Pajak ini akan terasa mahal ketika kandungan lemak jenuh dalam makanan melebihi 2,3 persen.

"Hal tersebut merupakan langkah radikal dari Denmark untuk melarang mengonsumsi lemak jenuh pada masyarakatnya. Banyak dokter yang mengatakan bahwa lemak jenuh sangat buruk karena dapat menimbulkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik pada waktu yang sama. Masyarakat Denmark juga membayar pajak untuk gula seperti soda dan permen. Tetapi pajak lemak pertama kali berlaku di Denmark," Linnet Juul, direktur makanan di Denmark’s Confederation of Industries, seperti dilansir dari Lost Angeles Times, Selasa (4/10/2011).

Pajak lemak tidak bertujuan untuk membatasi obesitas. Menurut Organization for Economic Cooperation and Development, tingkat obesitas di Denmark adalah 13,4 persen untuk tahun lalu, yaitu berada pada tingkat lebih rendah dari 15,5 persen, yang merupakan tingkat rata-rata pada negara-negara di Eropa.

Tetapi Denmark tertinggal dalam angka harapan hidup dan Denmark berharap pemberlakuan 'fat tax' akan dapat meningkatkan umur rata-rata 3 tahun pada dekade berikutnya.

"Harga yang lebih tinggi pada gula, lemak dan tembakau merupakan langkah penting untuk menuju meningkatknya harapan hidup rata-rata di Denmark. Pajak yang dibebankan pada makanan yang mengandung lemak sangat penting karena lemak jenuh dapat menyebabkan penyakit jantung dan kanker," ujar Menteri Kesehatan Denmark, Jakob Nielsen Axel.

Pajak lemak pertama kali berlaku di Denmark. Kebijakan ini akan segera diikuti oleh Finlandia dan Rumania. Di Amerika Serikat telah terdapat pajak untuk makanan yang tidak sehat, namun tampaknya 'soda tax' untuk gula dan minuman bersoda belum akan berlaku dalam waktu dekat. (mer/ir) - Adelia Ratnadita - detikHealth
 
< Prev   Next >

Info Terkini

Sample Image
Read more...