Menu Content/Inhalt
Beranda arrow Artikel arrow Kurangi Efek Garam dengan Olahraga

Utama

Beranda
Profil

Statistic Counter

854,069Visitors:
2Visitors today:
676Visitors yesterday:
380.61Visitors per day: Ø
6,672,619Page views:
11Page views today:
8,796Page views yesterday:
2,973.59Page views per day: Ø
7.81Page views per visitor: Ø
43Page views this page:
1Your own page views:
0%JavaScript enabled:
max.
320Max. online:
2008-07-21, 06:12:11at (date):
1,566Max. visitors per day:
2008-11-17at (date):
24,099Max. page views per day:
2011-09-09at (date):
 
© 2006 mob-i-co
Kurangi Efek Garam dengan Olahraga PDF Print E-mail
Written by Irfan Arief   
Friday, 27 January 2012
Pola makan yang mengandung sodium atau garam yang terlalu tinggi bisa berujung pada hipertensi atau tekanan darah tinggi. Namun, sebenarnya, efek buruk sodium itu bisa dihambat dengan rutin melakukan olahraga.
 
Mereka yang rutin berolahraga pada umumnya lebih jarang mengalami sensitivitas pada pola makan tinggi garam. Risikonya 38 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak berolahraga sama sekali.
 
Penelitian yang dilakukan tim dari Tulane School of Medicine, Louisiana, AS, mendefinisikan seseorang sebagai sensitif garam jika kadar tekanan darah sistoliknya naik 5 persen atau lebih setelah mengubah pola makannya dari 3.000 mg per hari menjadi tinggi garam (sekitar 18.000 mg sodium per hari).
 
American Heart Association (AHA) menganjurkan warga AS mengonsumsi sodium tidak lebih dari 1.500 mg per hari.
 
Data yang dipakai dalam penelitian ini berasal dari data kesehatan 1.906 orang China yang rata-rata berusia 38 tahun.
 
Selama 7 hari para responden diatur pola makannya dengan konsumsi garam 3.000 mg per hari, kemudian 7 hari berikutnya kadar sodiumnya ditingkatkan menjadi 18.000 mg. Para peneliti mengukur tensi darah mereka 9 kali selama periode studi ini untuk mengetahui tingkat sensitivitas mereka pada garam.
 
Orang-orang yang tidak pernah berolahraga mengalami kenaikan tekanan darah 5,27 ml Hg. Namun, orang yang rajin berolahraga tensinya naik sekitar 3,88 mm Hg.
Seseorang disebut menderita hipertensi jika tekanan darahnya lebih dari 120 mm Hg/80 mm Hg, menurut standar AHA. Sumber:
myhealthnewsdaily. Lusia Kus Anna | Asep Candra. Kompas.com
Last Updated ( Friday, 27 January 2012 )
 
< Prev   Next >

Info Terkini