| ASD sekundum |
|
|
|
| Written by Irfan Arief | |
| Friday, 03 August 2007 | |
|
Yth. Dokter ahli jantung di PJNHK, Putri saya umur 2.5 tahun, didiagnosis menderita ASD sekundum di sisi kanan atas. Pertumbuhan putri saya memang kurang normal, dimana berat badan hanya 10 kg, tetapi tinggi cukup normal dan perkembangan otak sangat baik. Lubang ASD berdasarkan echo doppler diperkirakan berukuran 13 - 18 mm (ellips) tetapi dengan rim sebelah atas yang sempit sehingga menurut dokter tidak mungkin dipasang ASO, harus dioperasi. Pertanyaan kami adalah:
Demikian pertanyaan kami, terimakasih atas responnya. Hormat kami, Nanang & keluarga Jawaban: Yth. Bapak Hanang dan Keluarga, Pertama-tama saya ucapkan terima kasih, Bapak telah menggunakan website kami sebagai media komunikasi. Pertanyaan Bapak cukup banyak, baiklah saya coba menjawabnya satu persatu: Jawaban pertanyaan 1) dan 2) Fungsi kateterisasi: untuk memastikan diagnosis, bila dengan echo masih ada keraguan. Bila echo sudah memastikan ada lubang sekat serambi (ASD) atau lubang sekat bilik (VSD), maka kateterisasi biasanya dikerjakan bila ada keraguan mengenai besar aliran lewat lubang. Kalau lubangnya besar -> operasi, tak perlu kateterisasi; tapi kalau kecil dan dokter ragu perlu operasi apa tidak -> katetreisasi menghitung besar aliran lewat lubang (flow rasio), bila nilainya dibawah 1.5 -> tak perlu operasi, seumur hidup anak akan menjalani kehidupan yang normal. Bila lubang besar tetapi tekanan pembuluh darah paru tinggi (hipertensi pulmonal) -> perlu kateterisasi untuk mengetahui kondisi tahanan pembuluh darah paru, bila nilainya terlalu tinggi dan dengan tes oksigen 100% tak turun -> operasi tidak boleh dikerjakan (bahaya!). Kalau umur masih 2,5 tahun biasanya tahan paru rendah. Pertanyaan 3) Prosedur kateterisasi dikerjakan dengan anestesi umum, diberi obat sehingga tidur. Bila perlu dikerjakan oksigen test -> dipakai alat bantu nafas (ventilator), anak selain tidur juga diberi obat pelemas otot. Pertanyaan 4) ASO dipakai selamanya, tak perlu diganti-ganti. Pertanyaan 5) Waktu tunggu operasi tak tentu, kalau musim libur sekolah bisa panjang karena banyak anak yang ingin dioperasi pada masa itu. Umumnya waktu tunggu berkisar 2 - 4 minggu, kadang-kadang bisa lebih cepat. Pastikan bahwa gigi dan THT (telinga hidung tenggorokan) tak bermasalah. Kalau perlu cabut gigi, operasi dikerjakan biasanya 1 bulan sesudah cabut gigi, bila ada infeksi telinga, perlu diterapi dulu. Pertanyaan 6) Bagian dada yang dibelah adalah memanjang ditengah (tulang sternum), bekas operasi akan terlihat sebagai jaringan parut, seperti luka biasa yang sudah sembuh. Kadang-kadang dibuat belahan melintang di bawah payudara (tepi bawah BH), maksudnya bila sudah besar dan ingin pakai bikini, bekas operasi tak tampak. Pertanyaan 7) Prosedur operasi (buka tutup kulit) berkisar 1.5 - 2 jam, tetapi dengan persiapan pasang infus, pembiusan dll berkisar 4 jam. Sampai sekarang ASD yang dioperasi di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sudah lebih dari 500 kasus, angka keberhasilannya diatas 95%. Pertanyaan 8) Setelah operasi biasanya semalam di ICU, terus pindah ke ruang intermediate semalam, dan 4-5 hari kemudian sudah pulang, bila tak ada masalah (infeksi dll). Seminggu kemudian kontrol, buka jahitan dan setelah itu bisa pulang ke daerah, untuk di follow up oleh dokter setempat. Pertanyaan 9) Umumnya ASD setelah dioperasi tak ada masalah lagi, dan hidup sebagai anak dengan jantung normal. Pertanyaan 10) ASD memang tergolong penyakit jantung bawaan yang bisa diturunkan, tapi jarang. Demikian jawaban saya, mudah-mudahan Bapak puas. Terima kasih, Dr. Anna Ulfah Rahayoe, SpJP |
|
| Last Updated ( Monday, 06 August 2007 ) |
| < Prev | Next > |
|---|


