Menu Content/Inhalt
Profil arrow Artikel arrow Aliskiren, penghambat-langsung Renin: Pendekatan baru terhadap hipertensi

Utama

Profil
Beranda

Statistic Counter

1,538,617Visitors:
268Visitors today:
827Visitors yesterday:
487.64Visitors per day: Ø
11,843,991Page views:
1,021Page views today:
4,821Page views yesterday:
3,753.75Page views per day: Ø
7.70Page views per visitor: Ø
1,253Page views this page:
1Your own page views:
0%JavaScript enabled:
max.
320Max. online:
2008-07-21, 06:12:11at (date):
1,566Max. visitors per day:
2008-11-17at (date):
24,099Max. page views per day:
2011-09-09at (date):
 
© 2006 mob-i-co
Aliskiren, penghambat-langsung Renin: Pendekatan baru terhadap hipertensi PDF Print E-mail
Written by Irfan Arief   
Wednesday, 12 March 2008
Penghambat-langsung Renin ini paling efektif kalau dikombinasikan dengan diuretik, hidroklorthiazide atau obat lain yang menghambat RAS.
 
Konsep penghambatan renin untuk mengatasi hipertensi sebenarnya sudah cukup lama diketahui, yaitu sejak tahun 1950-an. Penghambat renin, menyetop jalur Renin Angiotensi System/RAS tanpa meningkatkan Plasma Renin Activity/FRA dan mencegah lewatnya angiotensin (atau jalur lain yang tidak distop oleh penghambat beta, penghambat ACE, atau ARE).

Generasi awal dan penghambat renin yang secara oral aktif, memilild bio availabilitas yang buruk dan aktifitas antihipertensinyapun terbatas, sehingga diputuskan untuk tidak dikembangkan secara klinis.

Lebih dari 10 tahun berikutnya, aliskiren, obat yang secara oral aktif dari DRI/Direct Renin Inhibitor dikembangkan untuk kepentingan klinis dan sudah disefujui oleh US Food and Drug Administration untukterapi hipertensi. Walaupun bioavailabilitasnya aUskiren hanya 2,5% saja,tetapi memiliki spesifisitas dan afinitasyang tinggi untuk renin manusia. Tidak seperti DRI yang lain yang harus diberikan secara intravena, aliskiren efektif dalam menurunkan Tekanan Darah ketika diberikan lewat oral.

Studi terhadap para sukarelawan, memperlihatkan bahwa aliskiren dimetabolisir minimal dan sedikif bahkan tidak berinteraksi dengan sistim enzim sitokrom P450. Puncak konsentrasi plasma terjadi pada 1-3 jam setelah pemberi oral dengan rata-rata eliminasi plasma half-life nya 40 jam. Aliskiren disetujui untuk penggunaan satu kali sehari.

Empat studi open- label melaporkan bahwa aliskiren tidak mengubah farmakokinetik dari amiodipin, valsartan,  hydrochlorothiazide, atau ramipril dan bertoleransi baik ketika dikombinasikan dengan obat-obat tersebut.  Kombinasi aliskiren dengan hidroklorothiazide menurunkan tekanan darah secara bermakna sebesar 15,8/11,9  mmHg dibandingkan dengan pengobatan plasebo/hidroklorthiazid (8,6/ 7,9 mm Hg) pada pasien obesitas dengan  hipertensi arterial, dirandomisasi, double blind dan multi senter.

Hal ini juga setara dengan hidroklorthiazid dikombinasikan dengan irbesartan atau amlodipin, begitu juga kombinasi dengan lisinopril. AUskiren dan lismopril monoterapi menurunkan tekanan darah 20,0/ 18,5 mmHg dan 22,3/ 20,1 mm Hg. Aliskiren telah diketahui meningkatkan kekuatan terapi diuretik, penghambat ACE, dan ARE. Pada studi ini, aliskiren melemahkan peningkatan FRA yang disebabkan penghambat ACE dan ARB. Terlihat bedanya dengan obat-obat lain, aliskiren menghambat PRA. Observasi ini memperkuat dugaan, di dalam penggunaan klinis, aliskiren menghambat renin secara langsung.

Dukungan data yang ada, aliskiren juga ditoleransi secara baik. Efek buruk yang dilaporkan oleh pasien akibat pemberian aliskiren juga sama dengan yang dilaporkan karena pemberian plasebo; sebagai contoh frekwensi diare pada plasebo maupun aliskiren 150 mg adalah 1,2% dan frekwensinya sama dengan pemberian 300 mg (1,8%).

Studi preklinik pada marmot dan tikus transgenik ganda yang memrepresentasikan gen renin dan angitensinogen manusia, aliskiren mengurangi kerusakan end-organ dan menurunkan tekanan darah. Pada tikus transgenik ganda, aliskiren memperbaiki albuminuria, mengurangi kematian, mengurangi hipertropi otot jantung. Dan memperbaiki disfungsi diastolik.
 
 
Kemungkinan penggunaannya

Dibandingkan dengan penghambat RAS konvensional, Penghambat-Langsung Renin memiliki potensi  menghambat secara lengkap dan RAS karena efeknya mengurangi Ang I, Ang II, dan tingkat PRA-nya. Mungkin hal ini perlu diperhatikan secara klinis, karena konsentrasi PRA secara langsung dan mandiri berhubungan bermakna dengan serangan jantung.
 
Pada studi 2902 pasien hipertensi yang diikuti dengan rerata 3,6 tahun, kejadian infark jantungnya meningkat 25% untuk kenaikan PRA 2-unit. Dengan menghambat renin secara langsung, belum jelas apakah dengan kegagalan meningkatkan PRA dapat meningkatkan keuntungan terapi kardiovaskuler atau proteksi organ target.

Semakin besar penghambatan terhadap RAS dengan menggunakan penghambat-Langsung Renin, teoritis diartikan pengurangan tekanan darah dan akan lebih banyak pasien mencapai target penurunan tekanan darah. Efek penurunan tekanan darahnyapun setara dengan obat-obat anti hipertensi lainnya. Sudah diketahui penghambat-langsung renin ini paling efektif kalau dikombinasikan dengan diuretik; hidroklorthiazide atau obat lain yang menghambat RAS. Barangkali disinilah tempatnya Penghambat-Langsung Renin dalam terapi hipertensi. Masih diperlukan penelitian lanjut untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang aliskiren. (Budhi Setianto. Tabloid Profesi Kardiovaskular.No 149/Th Xm/Jan 2008)
Last Updated ( Wednesday, 12 March 2008 )
 
< Prev   Next >

Info Terkini

Sample Image
Read more...