|
|
Written by Irfan Arief
|
|
Friday, 31 August 2007 |
 Makanan berlemak tinggi meningkatkan produksi sitokin proinflamasi hepatik. Tikus dengan makanan berlemak tinggi alami inflamasi dan nekrosis. Tikus yang diberikan makanan berlemak dan mengandung gula tinggi mengalami perkembangan abnormalitas sistem kekebalan dalam liver, termasuk menurunkan jumlah sel natural killer T (NKT). Perubahan pola makan ini, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Hepatology, jurnal resmi the American Association for the Study of Liver Disease (AASLD), edisi oktober lalu, dapat menyebabkan penyakit liver yang dihubungkan dengan obesitas. |
|
Last Updated ( Friday, 31 August 2007 )
|
|
Read more...
|
|
|
Peringatan bagi pasien jantung |
|
|
|
|
Written by Irfan Arief
|
|
Thursday, 30 August 2007 |
|
Pengidap hipertrofi jantung mudah terkena gagal jantung diastolik. Menebalnya otot jantung membuat darah tidak keluar dari paru-paru.
Protein dalam sel otot jantung ternyata ternyata dapat mencegah gagal jantung. Itu temuan para peneliti Chapel Hill School of Medicine, North, Carolina University, Amerika Serikat. Protein tadi diketahui secara teknis dengan akronim tidak biasa, yaitu muscle-spesific RING finger 1 (MuRF1), membantu mengatur molekul seluler jantung, yang terlibat dalam pembesaran jantung secara abnormal. Kondisi ini secara medis dikenal dengan hipertrofi jantung, terjadi pada 50% sampai 60% orang dengan usia lebih dari 70 tahun, dan membuat mereka lebih mudah mengidap gagal jantung fatal.
Orang yang mengidap hipertrofi jantung mudah terkena gagal jantung terkena gagal jantung diastolik. Jantung mereka berkontraksi secara normal, tetapi dengan menebalnya otot jantung membuat darah tidak dapat keluar dari paru-paru,” kata Prof. Cam Patterson, guru besar Kardiologi pada Chapel Hill School of Medicine, penggagas penelitian ini. Ia dibantu Prof. Henry A. Foscue, guru besar Farmakologi, sel, dan perkembangan biologi di kampus yang sama. Foscue juga memimpin Carolina Cardiovascular Biology Center. |
|
Read more...
|
|
|
Makan sayur, selamatkan anak |
|
|
|
|
Written by Irfan Arief
|
|
Thursday, 30 August 2007 |
 Wanita yang mengkonsumsi banyak sayur, buah, dan makanan berprotein tinggi akan menurunkan kemungkinan memiliki anak menderita leukemia. Para peneliti dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa wanita yang mengonsumsi lebih banyak sayuran, buah, dan makanan mengandung protein sebelum kehamilan akan menurunkan risiko leukimia pada anak mereka, serta kanker pada masa kanak-kanak, yang banyak ditemui di Negeri Paman Sam tersebut. Peneliti membandingkan 138 wanita, yang memiliki anak didiagnosis menderita acute lymphoblastic leukimia (ALL), dengan kelompok kontrol berisikan wanita dengan anak-anak tidak menderita kanker. Anak-anak dari semua wanita dalam penelitian ini dipilih berdasarkan persamaan jenis kelamin, usia, ras, dan tempat kelahiran.
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Irfan Arief
|
|
Tuesday, 21 August 2007 |
|
Kemampuan berbicara dalam dua bahasa menimbulkan keuntungan pada beberapa tugas kognitif kompleks.
Bisa dipastikan semua orang sependapat bahwa dalam menyelesaikan suatu masalah, hasil pemikiran dua kepala lebioh baik daripada hasil pemikiran satu kepala.
Hal serupa mungkin juga dapat diterapkan dalam bidang bahasa dan mempertahankan proses kognitif pada saat seseorang bertambah usia. Sebuah penelitian di Inggris, yang baru-baru ini diterbitkan, menyatakan KEMAMPUAN BILINGUAL; (berbicara dalam dua bahasa) dapat mencegah terjadinya penurunan kemampuan kognitif yang terjadi pada orang seusia yang hanya bisa satu bahasa. |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 101 102 103 104 105 106 Next > End >>
|
| Results 919 - 927 of 948 |